Sahabat, hutang akan selalu melekat pada diri seseorang meski ia telah meninggal dunia. Saat seseorang menunda bayar hutang dan tak bersungguh-sungguh melunasinya, maka ingatlah, kematian bisa datang kapan saja. Berikut ini bahayanya: 1. Menghadap Allah dengan Status Pencuri “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah) 2. Dosa Tidak Terampuni Meski Mati Syahid “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim) 3. Urusannya di akhirat Menggantung “Jiwa seorang mukmin itu masih terkatung-katung karena sebab hutangnya sampai ia melunasinya.” (HR. Tirmidzi) 4. Amal Shalihnya Sebagai Pengganti Hutang “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena disana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah) 5. Merenggangkan Tali Silaturahim Tentu, menunda membayar hutang pasti akan menyakiti hati si pemberi hutang karena tidak mengutamakannya dan menyegerakannya. Bisa jadi ia sedang dalam kondisi membutuhkan juga. “Sesungguhnya yang paling diantara kalian adalah yang paling dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari) Semoga Allah berkahi harta kita, Allah permudah urusan kita, Allah jauhkan kita dari maksiat dan Allah hindarkan kita dari terlilit hutang. Aamiin.